Kulon Progo – Salah satu rumah warga di kawasan Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, rusak parah akibat hantaman gelombang tinggi dan abrasi pantai. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Keluarga yang terdampak kini terpaksa mengungsi sementara di pendopo setempat.
Gelombang tinggi dan pasang air laut yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat kondisi di sepanjang Pantai Trisik semakin memprihatinkan. Salah satu warga, Mukiyah, hanya bisa pasrah melihat rumah dan warung miliknya yang telah ditempati selama 25 tahun kini porak poranda.
Dua bangunan milik Mukiyah mengalami kerusakan cukup parah, dengan dinding jebol dan material berserakan diterjang ombak sejak Rabu. Ia sempat menyelamatkan sebagian barang berharga, namun gelombang setinggi enam meter yang datang pada Kamis malam kembali menghantam hingga tembok bangunan roboh.
Sebelum kejadian, Mukiyah bersama tim SAR sempat melakukan evakuasi sejumlah perabot seperti lemari, alat elektronik, dan barang-barang penting lainnya. Namun, proses evakuasi belum selesai ketika ombak besar kembali menerjang dan menyebabkan beberapa perabot rusak.
Sementara itu, Ngadirin, Danru SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Trisik, menjelaskan bahwa selain faktor cuaca ekstrem, aktivitas penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo juga diduga menjadi salah satu penyebab abrasi yang semakin parah di wilayah tersebut.
“Sekitar tahun 2000, jarak antara pantai dan permukiman warga masih sekitar 500 meter. Sekarang, ombak sudah sampai ke rumah-rumah warga,” ungkap Ngadirin.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan jangka panjang, seperti pembangunan tanggul penahan ombak dan penghentian aktivitas penambangan pasir di area yang rawan abrasi.
Bagas / RBTV
