Sleman — Event Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2025 yang akan digelar di dua desa, yakni Desa Sumberharjo, Prambanan dan Desa Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, diperkirakan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat hingga mencapai miliaran rupiah.
Dalam kegiatan yang menggabungkan olahraga jalan santai dengan wisata budaya ini, para peserta akan diajak mengeksplor keindahan alam serta kekayaan budaya khas dua desa tersebut.
Lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, diprediksi akan mengikuti JIHW 2025. Kehadiran ribuan peserta ini diyakini dapat menciptakan perputaran uang yang signifikan di wilayah Sleman.
Kepala Bagian Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Koes Indarto, memperkirakan perputaran uang saat event berlangsung bisa mencapai lebih dari Rp25 miliar, khususnya untuk sektor akomodasi dan perhotelan.
“Dari kebutuhan penginapan saja sudah bisa mencapai lebih dari dua puluh lima miliar rupiah. Belum lagi dari kuliner, transportasi, dan belanja oleh-oleh yang tentu akan memberi dampak besar bagi ekonomi lokal,” ujar Koes.
Event tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-14 ini rencananya akan digelar pada 15–16 November 2025. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan potensi wisata serta memberdayakan ekonomi masyarakat desa.
Widi – RBTV
