Bantul – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, yang sebelumnya diluncurkan oleh Wakil Bupati Bantul sebagai solusi distribusi pupuk bersubsidi, kini dilaporkan tidak lagi beroperasi. Penutupan outlet tersebut menyebabkan petani di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

Pantauan di lokasi pada Kamis (8/8), outlet KDMP yang berada di Jalan Parangtritis, Kalurahan Bangunharjo, terlihat tertutup rapat. Pintu bangunan dilapisi cat berwarna merah putih mencolok, namun tidak terdapat papan nama, penanda operasional, maupun informasi kontak yang dapat dihubungi.

Sudriatun, seorang petani asal Padukuhan Tarudan, mengaku telah tiga kali datang ke outlet tersebut untuk membeli pupuk bersubsidi. Namun, ia selalu mendapati tempat itu dalam keadaan tutup. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kelompok tani di desanya biasa mengambil pupuk di kios penyedia sarana pertanian lainnya. Namun, sejak beroperasinya KDMP, mereka diwajibkan mengambil pupuk melalui koperasi tersebut.

“Kami bingung sekarang harus ke mana. Kalau tetap ditutup seperti ini, kami petani yang rugi,” ujar Sudriatun.

Selain tidak adanya penjaga di lokasi, petani juga mengeluhkan tidak adanya petunjuk atau nomor kontak yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Kondisi ini semakin mempersulit akses petani terhadap pupuk bersubsidi, terutama menjelang masa tanam.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, salah satu pengurus KDMP mengaku tengah mengikuti rapat dan belum bisa memberikan keterangan resmi kepada media.

Petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyikapi persoalan ini agar distribusi pupuk bersubsidi kembali berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas pertanian warga.

Delly / RBTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *