Sleman – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti acara perpisahan Romo Adolfus Suratmo Artomartoyo atau yang akrab disapa Romo Ratmo, yang digelar pada Jumat malam, 1 Agustus 2025, di Joglo Shooting, Nanggulan, Minggir, Sleman.
Acara ini dihadiri oleh ratusan umat Katolik, rekan pelayanan, dan masyarakat sekitar. Mereka datang untuk memberikan salam perpisahan sekaligus apresiasi atas dedikasi Romo Ratmo selama bertugas di Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu, Moyudan, Sleman.
Romo Ratmo akan menempati tugas barunya di wilayah Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah. Selama bertahun-tahun melayani di Paroki Klepu, ia dikenal dekat dengan umat, aktif dalam berbagai kegiatan pastoral, serta menjadi sosok panutan yang penuh kasih dan sederhana.
Dalam sambutannya, Romo Ratmo menyampaikan rasa terima kasih dan kesan mendalam atas kebersamaan dengan umat di Klepu. Ia mengaku sangat terkesan dengan keterlibatan aktif umat dan penerimaan hangat dari masyarakat sekitar.
“Kebersamaan ini sangat berkesan, tetapi yang paling menggembirakan adalah bagaimana umat begitu tanggap dan terlibat dalam berbagai karya pelayanan. Saya diterima dengan baik oleh masyarakat di sini, dan itu adalah anugerah besar,” ujar Romo Ratmo di hadapan para jemaat.
Perpisahan ini menjadi momen penuh emosi. Banyak jemaat memberikan kenang-kenangan kepada Romo Ratmo, sebagai bentuk cinta dan penghargaan atas peran yang telah dijalankannya. Mereka mengenang berbagai momen ibadat, pendampingan rohani, hingga kegiatan sosial bersama sang Romo.
Acara semakin meriah dengan berbagai penampilan seni dari umat, di antaranya musik keroncong, tarian Sunda, pembacaan puisi khusus untuk Romo Ratmo, hingga penampilan lawak dari Dalijo, Trinil, dan Aldo yang turut menghibur dan mencairkan suasana.
Salah satu pengisi acara, Adyasworo, yang juga merupakan jemaat Paroki Klepu, menyampaikan harapannya agar semangat pelayanan dan kekeluargaan yang telah dibangun Romo Ratmo dapat dilanjutkan oleh gembala baru.
“Semua yang Romo Ratmo lakukan menjadi inspirasi bagi kami. Semoga semangat ini terus hidup dan berkembang bersama gembala berikutnya,” ungkap Adyasworo.
Acara perpisahan ditutup dengan momen menyentuh: seluruh jemaat dan Romo Ratmo bernyanyi bersama, mengiringi malam perpisahan yang penuh kenangan dan doa.
Widi – RBTV