Dalam kunjungan pertamanya di Yogyakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Meutya Hafid, melihat langsung hasil karya inovasi digital berbasis komunitas dan pelaku usaha lokal, termasuk produk kaos, kerajinan tas, dan olahan jamu tradisional.
Menteri Meutya Hafid mengapresiasi produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha Kampoeng Cyber yang tetap mempertahankan unsur budaya dalam karya-karya mereka.
Menteri Meutya juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah untuk meningkatkan literasi digital sebagai fondasi utama pengembangan teknologi berbasis masyarakat, salah satunya melalui penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pengembangan UMKM yang berbasis budaya, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kampoeng Cyber di Patehan, Kota Yogyakarta.
“Ibu kurang lebih bisa bertanya apa saja untuk meningkatkan produktifitas, untuk meningkatkan strategi, bikin logo juga bisa. Bikin logo, bikin narasi, bikin video, dibuatkan gitu nanti bisa. Kalau sekarang yang tadi di depan, kayaknya logonya sudah bagus-bagus, tapi ada yang mungkin belum punya logo.” Ujarnya
Penggagas Kampoeng Cyber, Antonius Sasongko, mengungkapkan bahwa saat ini hampir semua rumah di Kampoeng Cyber telah terhubung dengan jaringan internet, sehingga seluruh warga dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mempromosikan produk UMKM mereka.
Antonius Sasongko megungkapkan “Mereka bisa memanfaatkan itu untuk kepentingan promosi produk, UMKM, untuk ibu-ibu ini bisa untuk pengetahuan untuk memasak. Jadi penggunanya kan ada yang orang tua, ada anak muda.”
Agung, RBTV.
